Minggu, 11 Maret 2012

SEMANTIK BAHASA INDONESIA

1. SEJARAH SEMANTIK
Semantik bahasa indonesia berasal dari bahasa inggris yaitu "Semantics". Semantik merupakan bagian dari tiga tataran bahasa yang meliputi fonologi, tata bahasa (moerfologi sintaksis) dan semantik.istilah semantik baru muncul  pada tahun 1984 yang dikenal di America. Istilah  semantik sudah ada sejak abad ke-17, bila dipertimbangkan melalui frase semantics philosophy. Breal melalui artikenya yang berjudul " An Account Of The Word Semantics, mengungkapkan istilah semantik sebagai bidang baru dalam keilmuan.
Reisig (1825) mengungkapkan konsep baru tentang grammar (tata bahasa) yang meliputi tiga unsur utama yaitu etimologi, asala usul kata dengan perubahan bentuk maupun makna, sintaksi, tata kalimat dalam semasiologi, dan ilmu makna.
istilah semantik bermacam-macam antara lain: signifik, semisiologi, semologi, semiotik, sememmik, dan semik. Lehrer (1974) mengemukakan semantik merupakan bidang yang sangat luas karena didalamnya melibatkan unsur-unsur struktur dan fungsi-fungsi bahasa yang berkaitan dengan psikologi, filsafat, antropologi, dan sosiologi.

2. PENGERTIAN SEMANTIK
Semantik dalam bahasa indonesia berasal dari bahasa yunani yang berarti tandaatau lambang. menurut Ferdinand de saussure(1996), tanda linguistik terdiri dari:
1. Komponen yang menggantikannya, yang mewujudkan bunyi bahasa.
2. Komponen yang diartikan atau makna  dari komponen pertama.
kedu komponen ini adalah tanda atau lambang dan sedangkan yang ditandaio adalah sesuatu yang berada diluar bahasa atau yang lazim disebut sebagai referent, acuan atau hal yang ditunjuk.
jadi ilmu semantik adalah ilimu yang mempelajari hubungan tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya.

3. HUNGAN SEMANTIK DENGAN ILMU LAIN
Semantik berhubungan dengan tataran analisis bahasa lain, semantik adalah cabang ilmu linguistik yang memiliki hubungan dengan ilmu sosial, seperti sosiologi dan antropologi bahkan juga dengan filsafat dan sosiologi.
1. Hubungan Semantik dengan sosiologi
semantik berhubungan dengan sosiologi karena sering dijumpai dalam kenyataan masyarakat dalam menggunakan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu yang dapat menandai identitas maupun kelompok penutur.
2. Semantik dengan psilkologi
kajian semantik denga psikologi tentunya lebih terkait hubungan dengan kejiwaan, seba ekspresi dalam jiwa sseseorang diungkapkan melalui bahasa dam mempunyai makna-makna sesuai dengan konteksnya.
3. Semantik dengan antropologi
semantik dianggap berkepentringan dengan antropologi dikarnakan analisis mankna pada sebuah bahasa melaluyin pilihan kata yang dipakai pada penuturnya akam mendapat klasifikasi tentang kehidupan budaya penutur.
4.Semantik dengan filsafat
pada dasarnyafilsuf linguis mempersoalkan makna dalam hubungan ujaran, pikiran, realita, dan alam. secara umun dibedakan teori makna antara lain yaitu teori referensi, kontekstual, konseptual, dan formalisme.teori refensi merujuk pada makna referen yang dinyatakan lewat simbol, bunyi bahasa baik berupa frasa ataupun kalimat. teori komtektual harus mempunyai makna dasar atau primer terlepas dari konteks situasi baru mendapatkan makna sekunder. teori konseptual tergantung dengan konsep dalam ujaran bahasa, kalimat, frase, dan kalimat. teori formalis lebih berkonsentrasi pada pembahasan fitur-fitur teks, khususnya properti-properti bahasa yang digunakan daripada konteks penciptaan karya dan konteks penerimaan.

Jadi kesimpulan tentang semantik merupakan salah satu cabang dari ilmmu linguistik yang membahas tentang makna kata. mengkaji makna bahasa ( sebagai alat komunikasi verbal) tentu tidak terlepas dari pada penggunanya. oleh karena itu studi semantik sangat erat kaitannya dengan ilmu nsosial lainnya seperti sosiologi, psikologi, antropologi, dan filsafat.














 
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar